Auto Tips MasPri

Gonta-Ganti Merek Oli Mesin, Apakah Bikin Mobil Cepat Rusak? Ini Penjelasannya

Gonta-Ganti Merek Oli Mesin, Apakah Bikin Mobil Cepat Rusak? Ini Penjelasannya

RajaBalapOtomotif.com- Sebagian pemilik mobil, khususnya mobil bekas, kerap berganti-ganti merek oli mesin setiap kali melakukan penggantian berkala. Rumor yang beredar mengatakan bahwa kebiasaan ini dapat menyebabkan kerusakan mesin. Tapi benarkah demikian?

Menurut Rialdy Fasha, Training and Technical Engineer Motul Indonesia, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar.

“Gonta-ganti merek oli tidak akan menyebabkan kerusakan mesin selama dilakukan dalam interval penggantian yang sesuai,” jelas Rialdy.

Risiko dari Gonta-Ganti Oli Mesin

Meskipun tidak langsung merusak mesin, mengganti merek oli secara terus-menerus bisa menurunkan efektivitas perlindungan pelumas terhadap komponen mesin.

“Yang perlu diperhatikan adalah bahwa sering ganti merek oli membuat proteksi pelumas menjadi kurang maksimal terhadap komponen internal,” tambah Rialdy.

Hal ini disebabkan oleh perbedaan formula aditif yang digunakan oleh tiap merek oli. Aditif tersebut berfungsi membentuk lapisan film pelindung di permukaan logam mesin.

Aditif Tak Saling Mendukung

Ketika pengguna berpindah dari satu merek oli ke merek lainnya, kemungkinan besar formula aditifnya berbeda. Hal ini dapat menyebabkan ketidakcocokan dan menghambat pembentukan lapisan pelindung yang optimal.

Baca Juga: Satrio “PT ASH” Siap Tampil di Super Prix 2025 Seri 2, Main di Kelas Supermoto 180 Junior!

Misalnya, satu merek oli mengandalkan aditif berbahan dasar molibdenum, sementara yang lain berbasis zinc. Jika terjadi pencampuran atau penggantian tanpa pembersihan sempurna, lapisan pelindung tidak akan terbentuk sempurna dan kinerja oli tidak maksimal.

Apakah Mesin Jadi Cepat Aus?

Salah satu kekhawatiran pengguna adalah risiko keausan mesin akibat sering mengganti merek oli. Namun, Rialdy menjelaskan bahwa hal itu tidak memiliki hubungan langsung.

“Cepat atau lambatnya keausan mesin tidak ada kaitannya secara langsung dengan sering ganti-ganti merek oli,” tegasnya.

Faktor utama keausan mesin lebih disebabkan oleh kualitas oli, interval penggantian, serta kondisi mesin itu sendiri.

Rekomendasi: Konsistensi Lebih Baik

Meski ganti-ganti merek tidak selalu berbahaya, tetap disarankan untuk konsisten menggunakan satu merek dan tipe oli. Selain menjaga performa pelumas tetap stabil, hal ini juga memudahkan dalam memantau reaksi mesin terhadap jenis oli tertentu.

BACA JUGA: Waspada Kampas Ganda Motor Matic Habis: Ini Penyebab dan Dampaknya

Gonta-ganti merek oli mesin mobil bukan penyebab langsung kerusakan mesin, selama penggantian dilakukan dalam jadwal yang tepat. Namun, kebiasaan ini dapat mengurangi efektivitas pelumasan akibat perbedaan formula aditif antar merek. Untuk perlindungan maksimal, sebaiknya pilih satu merek oli terpercaya dan gunakan secara konsisten.

Shares: