RajaBalapOtomotif.com-Hujan deras yang mengguyur wilayah Tangerang dan Bekasi sejak Senin (3/3) menyebabkan beberapa titik mengalami genangan banjir. Para pengguna motor matic harus lebih waspada dan menghindari menerjang banjir karena bisa menyebabkan kerusakan serius pada kendaraan mereka.
Baca Juga: Biaya Cuci Motor Setelah Banjir Bisa Mencapai Rp 300.000, Ini yang Harus Diperhatikan!
Motor Matic Tidak Dirancang untuk Melibas Banjir
Motor matic memiliki desain yang tidak cocok untuk melibas banjir karena beberapa komponen sensitif terhadap air. Jika nekat menerjang genangan, ada potensi terjadinya kerusakan fatal yang bisa berujung pada biaya perbaikan mahal.
“Motor matic tidak dirancang untuk melewati genangan banjir karena ada potensi kerusakan yang cukup serius,” kata Adih, Service and Spare Part Manager bengkel resmi Yamaha Mekar Motor Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta Selatan.
Komponen yang Berisiko Rusak Akibat Banjir
1. Boks Filter Udara
Salah satu bagian yang paling rentan terhadap air adalah boks filter udara. Di bagian bawahnya terdapat lubang hawa yang berfungsi sebagai jalur pasokan udara ke ruang bakar. Jika motor matic menerjang banjir, air bisa masuk ke mesin melalui lubang ini.
“Air dari genangan bisa terisap masuk ke mesin, risiko mesin jebol karena water hammer,” jelas Adih. Water hammer terjadi ketika air masuk ke ruang bakar dan menyebabkan piston terkunci, yang bisa mengakibatkan kerusakan mesin parah.
2. Crankcase CVT
Bagian dalam crankcase CVT (Continuously Variable Transmission) pada motor matic juga harus selalu dalam kondisi kering. Jika air masuk ke dalamnya, sistem penggerak CVT bisa mengalami malfungsi. Air yang terperangkap di dalam CVT dapat menyebabkan selip pada belt atau bahkan merusak komponen seperti roller dan kampas kopling.
Solusi Jika Motor Matic Terlanjur Terendam Banjir
Jika motor matic Anda terlanjur menerjang atau terendam banjir, segera lakukan beberapa langkah berikut untuk menghindari kerusakan lebih lanjut:
- Jangan langsung menyalakan mesin. Hal ini bisa memperparah kerusakan jika air sudah masuk ke ruang bakar.
- Bongkar dan keringkan filter udara. Pastikan tidak ada air yang tersisa di dalamnya.
- Periksa kondisi oli mesin dan CVT. Jika terlihat bercampur dengan air, segera ganti dengan yang baru.
- Bawa ke bengkel resmi. Jika motor terasa tidak normal setelah menerjang banjir, segera periksakan ke teknisi profesional agar mendapat penanganan yang tepat.
Baca Juga:Menghindari Kecelakaan Motor: Pandangan Mata Bisa Menentukan Hidup dan Mati
Kesimpulan
Motor matic memang praktis digunakan untuk mobilitas harian, tetapi tidak dirancang untuk melewati banjir. Risiko kerusakan mesin akibat water hammer dan gangguan pada sistem CVT bisa berujung pada biaya perbaikan yang mahal. Sebaiknya, hindari jalan yang tergenang dan selalu periksa kondisi kendaraan setelah hujan deras atau banjir.
Tetap waspada dan jaga keselamatan saat berkendara di musim hujan!













