RajaBalapOtomotif.com-Fenomena pengendara motor melawan arus masih marak ditemui di berbagai kota besar di Indonesia. Banyak pengendara tergoda untuk mengambil jalan pintas demi menghindari kemacetan atau menghemat waktu. Namun, di balik tindakan “praktis” itu tersimpan risiko besar yang bisa berujung maut.
🚨 Risiko Tabrakan Frontal Sangat Tinggi
Menurut Agus Sani, Head of Safety Riding Promotion PT Wahana Makmur Sejati, melawan arus adalah salah satu pelanggaran lalu lintas paling berbahaya yang bisa menyebabkan kecelakaan fatal.
“Melawan arus itu sangat berisiko karena potensi tabrakan frontal sangat tinggi. Apalagi jika dilakukan di jalan utama atau saat kondisi ramai, pengemudi dari arah lawan tidak siap mengantisipasi,” jelas Agus kepada Kompas.com, Rabu (25/6/2025).
Ketika pengendara datang dari arah yang tidak semestinya, pengemudi lain sering kali tidak memiliki cukup waktu untuk menghindar. Akibatnya, tabrakan tidak bisa dihindari dan bisa menimbulkan luka serius bahkan kematian.
🧠 Kesadaran Tertib Berlalu Lintas Harus dari Diri Sendiri
Tak jarang, motif pelaku adalah ingin cepat sampai ke tujuan. Namun, Agus Sani menegaskan bahwa itu bukan alasan yang bisa dibenarkan.
“Motifnya seringkali hanya ingin cepat sampai, tapi risikonya bisa nyawa taruhannya. Ini bukan pilihan yang bijak,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya edukasi dan penegakan hukum yang tidak hanya bersifat formalitas, melainkan menyentuh kesadaran pengendara.
“Kesadaran untuk tertib harus datang dari diri sendiri, bukan hanya karena takut ditilang,” tambahnya.
🛡️ Lebih Baik Terlambat, Asal Selamat
Agus mengingatkan, waktu yang dihemat dengan melawan arus tidak sebanding dengan risiko yang diambil. Bahkan, dalam banyak kasus, “jalan pintas” justru membawa pengendara ke rumah sakit — atau lebih buruk lagi, ke akhir hayatnya.
Baca Juga: Jangan Ganti Oli Motor Bekas Saat Mesin Panas, Ini Penjelasannya
“Lebih baik sedikit terlambat tapi selamat, daripada mengambil jalan pintas yang berakhir di rumah sakit atau bahkan tidak sampai tujuan,” tutup Agus.
Melawan arus mungkin terlihat sepele bagi sebagian pengendara, tapi sejatinya adalah bom waktu yang mengancam keselamatan semua pengguna jalan. Edukasi, penegakan hukum, dan kesadaran pribadi harus berjalan beriringan agar pelanggaran ini bisa ditekan. Ingat, keselamatan adalah tanggung jawab bersama.













