Auto Tips MasPri

Jangan Sepelekan! Ini Bahaya Besar Jika Malas Balancing Roda Mobil

Jangan Sepelekan! Ini Bahaya Besar Jika Malas Balancing Roda Mobil

RajaBalapOtomotif- Mobil yang berjalan di jalanan akan menghasilkan rotasi terus-menerus pada roda. Di balik proses sederhana ini, ada hal krusial yang sering dilupakan oleh pemilik kendaraan, yakni keseimbangan roda. Proses ini dikenal dengan istilah balancing roda, dan ternyata memiliki dampak besar terhadap kenyamanan hingga keselamatan pengemudi.

Balancing roda adalah proses menyeimbangkan putaran roda dengan menambahkan pemberat kecil di titik-titik tertentu. Tujuannya adalah memastikan roda berputar secara simetris tanpa menghasilkan getaran berlebih. Alat khusus balancing akan mendeteksi posisi yang memerlukan pemberat agar distribusi massa roda merata.

Namun, banyak pemilik kendaraan yang mengabaikan prosedur ini. Entah karena alasan waktu, biaya, atau merasa belum perlu, balancing sering ditunda atau bahkan dilupakan.

Baca Juga: Didukung Bupati Lahat, Sriwijaya Open Road Race Dipentaskan Pekan Ini

Penjelasan Ahli: “Balancing Seharusnya Dilakukan Rutin”

Menurut Mus Mulyadi, Kepala Bengkel Bridgestone One Stop Service Kalimalang, Jakarta Timur, balancing roda seharusnya dilakukan secara berkala.

“Jujur saja, banyak dari kita malas melakukan balancing yang seharusnya dilakukan setiap 20.000 kilometer sekali,” ujar Mus Mulyadi.

Ia menekankan bahwa prosedur ini bukan sekadar perawatan tambahan, tetapi bagian dari servis penting untuk menjaga performa dan keamanan kendaraan.

Risiko Serius Jika Malas Melakukan Balancing

1. Getaran pada Setir dan Kabin

Roda yang tidak seimbang akan menimbulkan getaran saat mobil berjalan. Getaran ini akan merambat dari ban, kemudian terasa hingga ke setir, dashboard, bahkan seluruh kabin. Semakin tinggi kecepatan mobil, semakin terasa vibrasi tersebut.

2. Komponen Suspensi Cepat Rusak

Getaran yang terus-menerus juga akan mempercepat keausan pada bagian suspensi, ball joint, tie rod, dan komponen kaki-kaki lainnya. Hal ini membuat pengeluaran untuk perbaikan bisa membengkak hanya karena menunda balancing.

3. Ban Cepat Habis Secara Tidak Merata

Ban yang tidak seimbang akan bergesekan tidak merata dengan permukaan jalan. Hasilnya, ban akan mengalami keausan tidak seimbang—ada bagian yang cepat botak, sementara sisi lain masih tebal. Hal ini bukan hanya mengurangi usia pakai ban, tapi juga berbahaya karena bisa menyebabkan mobil kehilangan traksi.

4. Konsumsi BBM Lebih Boros

Kondisi roda yang tidak seimbang membuat mesin bekerja lebih keras untuk menjaga mobil tetap stabil. Beban kerja mesin meningkat, dan pada akhirnya konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros.

Kapan Harus Melakukan Balancing?

Balancing roda sebaiknya dilakukan setiap 20.000 kilometer atau setiap kali Anda merasakan gejala seperti:

  • Getaran pada setir saat kecepatan tertentu
  • Ban terlihat aus secara tidak merata
  • Setelah melakukan rotasi atau penggantian ban
  • Setelah menabrak lubang besar atau trotoar

Melakukan balancing tidak memakan waktu lama dan biayanya tergolong terjangkau. Proses ini bisa dilakukan bersamaan dengan spooring agar hasilnya maksimal.

Baca Juga: Pernah Juara Autodrom Most, Aldi Satya Mahendra Targetkan Tambah Poin Di Seri Kelima

Jangan Tunggu Masalah Datang

Mengabaikan balancing roda mobil adalah keputusan yang bisa berdampak pada kenyamanan, keuangan, dan keselamatan. Jangan menunggu mobil bergetar hebat atau ban aus parah untuk bertindak. Lakukan balancing secara rutin sesuai anjuran, dan pastikan kendaraan Anda selalu dalam kondisi optimal.

Balancing bukan sekadar menjaga kenyamanan berkendara, tetapi juga investasi jangka panjang untuk kesehatan mobil Anda.

Shares: