RajaBalapOtomotif-Pembalap muda Haas, Oliver Bearman, melontarkan kritik tajam terhadap regulasi baru Formula 1 musim 2025. Ia menilai aturan terkait unit tenaga hybrid menciptakan perbedaan kecepatan ekstrem antar mobil, yang berpotensi membahayakan keselamatan pembalap.
Insiden yang terjadi di Sirkuit Suzuka menjadi pemicu utama. Bearman mengalami kecelakaan berkecepatan tinggi saat berusaha menghindari Franco Colapinto dari tim Alpine F1 Team. Dalam situasi tersebut, ia menilai manuver defensif lawannya tidak dapat diterima dalam konteks regulasi baru.
Menurutnya, pembagian tenaga 50:50 antara mesin pembakaran internal dan baterai listrik menciptakan gap kecepatan hingga 50 km/jam—angka yang sangat besar dalam balapan sekelas Formula 1.
Dampak Perubahan Unit Tenaga: Selisih Kecepatan Ekstrem
Perubahan Fundamental Sejak 2025
Regulasi baru yang mulai diterapkan pada musim 2025 membawa perubahan signifikan dalam cara mobil F1 mengelola energi. Dalam kondisi tertentu, satu mobil bisa melaju penuh dengan energi listrik, sementara mobil lain justru sedang melakukan pengisian ulang energi (harvesting).
Hal ini menyebabkan perbedaan kecepatan drastis di lintasan, terutama saat duel wheel-to-wheel. Bearman menegaskan bahwa situasi ini menyerupai perbandingan antara mobil yang sedang push lap dengan mobil yang sedang cooldown lap.
“Perbedaan 50 kph itu sangat berbahaya, apalagi saat pembalap mencoba mempertahankan posisi,” ungkapnya.
FIA Bergerak Cepat, 6 Solusi Disiapkan
Rapat Intensif dan Voting Regulasi
Menanggapi kekhawatiran tersebut, FIA langsung menggelar serangkaian pertemuan virtual pada 9, 15, dan 16 April. Dalam diskusi tersebut, enam solusi tengah dipertimbangkan untuk mengatasi masalah ini.
Beberapa opsi yang dibahas meliputi:
- Penyesuaian batas super clipping
- Perubahan profil distribusi tenaga
- Optimalisasi penggunaan energi listrik saat balapan
Voting final dijadwalkan berlangsung pada 20 April, dengan kemungkinan implementasi cepat pada seri Grand Prix Miami, 3 Mei mendatang.
Bukan Sekadar Respek, Tapi Soal Sistem
Bearman: Regulasi Harus Jadi Solusi Utama
Selain isu teknis, Bearman juga menyinggung pentingnya rasa saling menghormati antar pembalap. Namun ia menegaskan bahwa hal tersebut bukan solusi utama.
“Ini bukan soal membuka ruang atau tidak. Ini soal sistem yang membuat situasi jadi berbahaya,” jelasnya.
Menurut pembalap berusia 20 tahun itu, regulasi baru telah mengubah dinamika balapan secara fundamental. Jika sebelumnya pembalap bisa bertahan hingga detik terakhir, kini batasan tersebut menjadi abu-abu karena perbedaan energi yang tidak seimbang.
Harapan Perubahan Sebelum GP Miami
Bearman tetap optimistis bahwa FIA dan tim dapat menemukan solusi terbaik dalam waktu dekat. Ia berharap perubahan regulasi bisa segera diterapkan sebelum balapan di Miami, guna mencegah insiden serupa terulang.
“Secara teori, kita tidak seharusnya melihat perbedaan kecepatan sebesar ini lagi di sisa musim,” tutupnya.
Long Tail Keyword
- regulasi F1 2025 perbedaan kecepatan
- Oliver Bearman kecelakaan Suzuka F1
- dampak unit tenaga hybrid F1 terbaru
- FIA solusi selisih kecepatan Formula 1
- aturan energi listrik F1 2025 terbaru












