RajaBalapOtomotif.id – Pernahkah Anda memarkir mobil dengan posisi setir yang tidak lurus? Meski terlihat sepele, kebiasaan ini ternyata bisa memicu masalah serius pada komponen kemudi, khususnya sistem power steering.
Menurut Donnal Putera, pemilik bengkel DSP Power Steering di Tangerang, setir yang dibiarkan miring saat parkir bisa menimbulkan tekanan berlebih pada sistem kemudi, baik hidrolik maupun elektrik.
“Jika setir dibiarkan tidak lurus ketika mesin dimatikan, pompa power steering dan seal bekerja dalam kondisi tertekan. Lama-kelamaan bisa menyebabkan kerusakan dini, timbul bunyi aneh, atau setir terasa berat ketika digunakan kembali,” jelas Donnal kepada Kompas.com pada Rabu (27/8/2025).
Baca Juga: Karim Racing Team Bikin Geger! Tambah Hadiah untuk Juara Umum MCR, Bukti Total Dukung Balap Nasional
Dampak Setir Miring Saat Parkir
1. Tekanan Berlebih pada Power Steering
Setir yang miring saat mobil diparkir membuat pompa power steering bekerja dalam kondisi tidak ideal. Tekanan ini akan memperpendek usia pakai pompa, seal, dan komponen pendukung lainnya.
2. Ban dan Suspensi Cepat Aus
Selain merusak power steering, posisi setir yang miring juga menyebabkan beban pada ban depan tidak seimbang. Akibatnya, ban dan suspensi mengalami keausan tidak merata, yang pada akhirnya menurunkan kenyamanan berkendara.
3. Timbul Bunyi dan Getaran Aneh
Jika kebiasaan ini dibiarkan, saat mobil dihidupkan kembali bisa muncul bunyi berdecit atau getaran dari roda kemudi. Gejala ini menjadi tanda awal adanya kerusakan pada sistem kemudi.
Baca Juga: Juara Race 1 Memastikan Kenzie Akbar Juara Umum MiniGP Meraih Tiket Final di Valencia
Tips Merawat Power Steering Agar Awet
Donnal menyarankan beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan pengemudi untuk memperpanjang usia pakai power steering.
1. Selalu Luruskan Setir Saat Parkir
Pastikan setir mobil dalam posisi lurus sebelum mematikan mesin. Kebiasaan sederhana ini akan mengurangi tekanan pada pompa power steering.
2. Hindari Memutar Setir Hingga Mentok Saat Mesin Mati
Memutar setir sampai mentok ketika mesin tidak menyala bisa meningkatkan tekanan pada sistem kemudi. Hal ini sangat berisiko merusak pompa dan seal.
3. Periksa Oli Power Steering Secara Berkala
Untuk mobil dengan sistem hidrolik, kondisi oli power steering wajib dicek secara rutin. Oli yang kotor atau berkurang volumenya bisa mempercepat kerusakan pompa.
4. Waspadai Kondisi Tanjakan atau Turunan
Ketika parkir di area miring, pengemudi perlu lebih berhati-hati. Tekanan pada power steering cenderung meningkat dalam kondisi ini, sehingga meluruskan setir menjadi lebih penting.
Perawatan untuk Mobil dengan Electric Power Steering (EPS)
Bagi mobil modern yang sudah menggunakan Electric Power Steering (EPS), perawatan tidak kalah penting. Sistem ini mengandalkan kabel, sensor, dan motor elektrik, sehingga bila ada kerusakan akan lebih rumit dan mahal.
“Pengemudi sebaiknya rutin memeriksa kabel dan sensor EPS agar respons setir tetap optimal. Jika muncul bunyi aneh atau getaran ketika mesin dinyalakan, segera bawa mobil ke bengkel agar kerusakan tidak bertambah parah,” tambah Donnal.
Ubah Kebiasaan, Hemat Biaya
Meluruskan setir sebelum mematikan mesin mungkin terdengar sederhana, tetapi dampaknya sangat besar bagi kesehatan mobil. Dengan langkah ini, komponen power steering bisa lebih awet, ban dan suspensi tidak cepat rusak, serta kenyamanan berkendara tetap terjaga.
Kebiasaan baik dalam merawat kendaraan bukan hanya memperpanjang usia pakai mobil, tetapi juga menghemat biaya operasional. Mulailah dari hal kecil: selalu pastikan setir lurus saat parkir.













