RajaBalapOtomotif.id – Cairan pendingin atau coolant adalah komponen penting dalam menjaga suhu mesin mobil tetap stabil. Perannya sangat vital, terutama ketika kendaraan digunakan di cuaca panas atau dalam kondisi lalu lintas yang padat.
Sayangnya, tidak semua coolant di pasaran memiliki kualitas yang memadai. Menggunakan coolant berkualitas rendah tidak hanya menurunkan kinerja sistem pendingin, tetapi juga berpotensi memicu kerusakan serius pada mesin.
Menurut Fendi, Director PT Autokooling Jaya Nusantara (AJN), selaku distributor resmi radiator Koyorad di Indonesia, hal pertama yang patut diwaspadai adalah harga coolant yang terlalu murah.
“Coolant yang dijual di kisaran Rp 20.000 sampai Rp 30.000 per 4 liter biasanya patut dicurigai kualitasnya, karena bahan yang digunakan belum tentu memenuhi standar perlindungan mesin,” ujar Fendi kepada Kompas.com, Rabu (13/8/2025).
Kenali Kandungan Penting dalam Coolant
Peran Vital Glycol
Fendi menjelaskan bahwa kandungan glycol menjadi salah satu penentu kualitas coolant. Glycol berfungsi meningkatkan titik didih cairan pendingin sehingga tidak mudah mendidih atau menguap.
Tanpa kandungan ini, risiko overheat akan meningkat drastis, apalagi saat mobil bekerja di beban tinggi, seperti menanjak atau membawa muatan berat. Overheat tidak hanya mengganggu kenyamanan berkendara, tetapi juga dapat menyebabkan kerusakan komponen mesin yang biayanya jauh lebih mahal dibanding harga coolant berkualitas.
Baca Juga: Wajib Tahu! Cara Mudah Cegah Mesin Mobil Overheat Saat Mudik, Ikuti Tips Ini!
Tips Memilih Coolant Berkualitas
Berikut beberapa tips dari Fendi untuk memastikan coolant yang Anda beli aman dan sesuai kebutuhan:
1. Cek Kandungan Glycol
Pastikan coolant yang dipilih memiliki kandungan glycol. Informasi ini biasanya tercantum pada label kemasan atau spesifikasi produk.
2. Sesuaikan Warna dengan Rekomendasi Pabrikan
Warna coolant tidak sekadar estetika. Produsen mobil biasanya merekomendasikan warna tertentu yang sudah disesuaikan dengan material dan desain sistem pendingin.
3. Hindari Hanya Tergiur Harga Murah
Harga yang terlalu rendah biasanya mengindikasikan kualitas yang tidak optimal. Pertimbangkan reputasi merek dan ulasan pengguna sebelum membeli.
4. Periksa Sertifikasi dan Standar Produk
Produk coolant berkualitas biasanya memiliki sertifikasi atau memenuhi standar internasional seperti ASTM atau JIS.
Baca Juga: Tips Ganti Suspensi Aerox Lama dengan Aerox Alpha untuk Performa Maksimal
Biaya Murah yang Berujung Mahal
Banyak pemilik mobil yang berpikir mengganti coolant dengan produk murah adalah langkah penghematan. Padahal, jika mesin mengalami kerusakan akibat overheat, biaya perbaikannya bisa mencapai jutaan bahkan puluhan juta rupiah.
“Jangan hanya tergiur harga murah, karena biaya perbaikan mesin akibat overheat jauh lebih mahal,” tegas Fendi.
Coolant adalah investasi kecil untuk mencegah kerusakan besar pada mesin mobil. Memilih coolant berkualitas, memeriksa kandungan glycol, dan mengikuti rekomendasi pabrikan adalah langkah bijak untuk menjaga performa kendaraan tetap optimal.
Menghemat di awal dengan membeli coolant murah justru bisa menjadi bumerang. Ingat, mesin mobil adalah jantung kendaraan Anda — rawat dengan baik, dan ia akan menemani perjalanan Anda lebih lama.













