RajaBalapOtomotif.id – Hujan deras yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia dalam beberapa waktu terakhir telah mengubah jalanan menjadi arena penuh risiko. Salah satu kondisi paling berbahaya yang dihadapi pengemudi adalah genangan air dan banjir. Meski terlihat sepele, melintasi banjir tanpa perhitungan matang bisa berujung maut.
Salah satu kasus tragis terjadi di Jalan Utama Pasar Pengosari, Kerobokan, Bali, di mana sebuah mobil yang dikendarai pasangan suami istri terseret derasnya arus banjir dan berujung pada hilangnya nyawa keduanya. Tragedi ini menjadi pengingat keras bahwa menyepelekan arus dan genangan air bisa sangat fatal.
Jangan Anggap Remeh Ketinggian Air — Bisa Picu Water Hammer!
Batas Aman Adalah Setengah Tinggi Ban
Menurut Marcell Kurniawan, Training Director dari The Real Driving Center, batas aman kendaraan melintasi genangan air adalah tidak lebih dari setengah tinggi ban. Jika air lebih tinggi dari batas tersebut, risiko air masuk ke dalam ruang bakar melalui saluran udara mesin sangat besar.
Hal ini dapat menyebabkan water hammer, kondisi di mana air masuk ke ruang bakar dan tidak bisa dikompresi oleh piston, sehingga memicu kerusakan mesin serius—bahkan bisa membuat mesin jebol seketika.
“Lebih baik putar balik daripada nekat dan mengalami kerusakan fatal,” tegas Marcell.
Baca Juga: Waspada! Ini 5 Tips Memilih Ban Bekas yang Aman Buat Perjalanan Jauh
Langkah Aman Jika Terpaksa Melintasi Genangan Banjir
Kadang, situasi tak memberi banyak pilihan. Lalu apa yang harus dilakukan jika tak ada jalan lain selain melintasi banjir?
Jangan Jadi Mobil Pertama
Marcell menyarankan agar tidak menjadi kendaraan pertama yang melintas. Lihat dulu bagaimana mobil lain menghadapi kondisi air. Apakah berhasil melewati? Apakah terlihat terganggu arus? Apakah ada lubang jalan yang tak terlihat?
“Kalau kendaraan lain bisa melintas, maka kita pun bisa, dengan catatan jenis dan dimensinya kurang lebih sama,” ujar Marcell.
Dengan mengamati, pengemudi bisa mengukur seberapa tinggi air, seberapa deras arus, dan apakah jalan yang dilewati cukup aman.
Tetap Tenang Jika Mesin Mati di Tengah Genangan
Jika mesin mobil tiba-tiba mati saat melintasi genangan, jangan panik. Segera matikan mesin dan evakuasi diri, terutama jika air mulai naik atau terlihat arus bergerak cepat. Terus menyalakan mesin bisa memperparah kondisi karena air makin masuk ke ruang mesin.
Dalam kasus mobil hanyut, seperti yang terjadi di Bali, keputusan untuk bertahan di dalam mobil bisa menjadi keputusan yang salah. Keluar dan cari tempat aman secepat mungkin, selama arus masih bisa dilawan.
Waspadai Arus Deras — Mobil Bisa Hanyut dalam Hitungan Detik!
Tak hanya ketinggian air, arus deras juga menjadi musuh utama pengemudi. Banyak yang berpikir mobil dengan bobot besar atau ground clearance tinggi pasti aman, padahal arus yang deras bisa menggeser mobil kecil hingga SUV dalam waktu singkat.
Bahkan banjir setinggi 30 cm dengan arus yang kuat sudah cukup untuk menggeser kendaraan. Di sinilah banyak pengemudi salah perhitungan dan terlalu percaya diri, hingga akhirnya terseret dan menimbulkan kecelakaan fatal.
Baca Juga: Persiapan Mudik Lebaran 2025: ICE dan EV Sama-Sama Perlu Cek Fisik, Ini Tipsnya!
Hindari Jalanan Banjir, Ini Tips Aman Berkendara Saat Musim Hujan
Sebagai langkah pencegahan, berikut beberapa tips aman saat berkendara di musim hujan:
- Cek kondisi cuaca dan lalu lintas melalui aplikasi atau media sosial sebelum berangkat.
- Hindari rute yang rawan banjir, terutama jalan rendah atau dekat saluran air.
- Pastikan wiper dan sistem penerangan kendaraan berfungsi dengan baik.
- Isi bahan bakar penuh, karena perjalanan bisa lebih lama akibat kemacetan atau jalan memutar.
- Selalu sedia nomor darurat towing atau asuransi mobil.
Keselamatan Lebih Penting dari Waktu Tempuh
Tidak ada perjalanan yang sebanding dengan risiko kehilangan nyawa. Hanya karena ingin cepat sampai atau tidak ingin memutar arah, jangan sampai mengorbankan keselamatan Anda dan orang lain di dalam mobil.
Ingat, lebih baik terlambat daripada tidak pernah sampai. Ketika hujan datang dan jalanan mulai tergenang, keputusan terbaik sering kali adalah berhenti sejenak, menunggu air surut, atau memilih jalan lain.













